Hewan Langka Dindonesia
1. Komodo
Komodo adalah salah satu jenis mamalia
hanya di miliki oleh Indonesia, nama latinnya Varanus Komodensis. Komodo
merupakan spesies kadal terbesar yang ada di dunia ini dan hanya hidup
di Pulau Komodo, Rinca, Gili Montang, Flores dan Nusa Tenggara (Gili
Dasami). Didaerah tersebut nama komodo lebih dikenal oleh masyarakat
daerah dengan sebutan “Ora”.
Saat ini Komodo menjadi salah satu hewan
yang dimasukkan dalam kategori hewan yang sangat di lindungi karena
keberadaan fauna ini sangat rentan terhadap kepunahan. Kelestarian fauna
ini di jaga dengan di dirikannya taman nasional untuk fauna ini yaitu
di Taman Nasional Pulau Komodo yang khusus didirikan untuk mereka.
Fauna spesies kadal raksasa ini
ditemukan pada tahun 1910 oleh seorang peneliti dari barat. Ukuran yang
sangat besar dengan panjang rata-rata 2 – 3 meter membuatnya sangat
pantes disebut sebagai raksasa. Hewan pemakan daging yang gemar memburu
mangsa yang lebih besar darinya ini memiliki gigitan yang beracun
sehingga sangat mematikan bagi mangsanya.
2. Orang Utan
Orang utan merupakan satu-satunya
spesies kera terbesar di Asia. Janis orang utan yang saat ini ada di
Indonesia yaitu spesies Pongo Pygmaeus dan Pongo Abelii. Kedua spesies
ini hanya hidup di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.
Populasi orang utan di Indonesia
mencapai 90% dan sisanya tersebar di daerah Sabah dan Serawak Negara
Malaysia. Saat ini populasi dari orang utan juga mulai masuk daftar
merah IUCN karena memiliki potensi keterancaman punah. Keadaan ini juga
di perkuat dengan tercantumnya orang utan dalam Lampiran 1 Konvensi
Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan flroa Liar (CITES).
Oleh karena itu sebaga warga negara Indonesia sangat patut untuk menjaga
kelestariannya.
Tempat tinggal yang nyaman bagi orang
utan berada pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut, namun pada
beberap studi juga di temukan populasi yang berada pada pegunungan
dengan ketinggian pada 1000 mdpl.
3. Harimau Sumatera
Harimau sumatra Dalam bahasa latin
disebut dengan Panthera tigris sumatrae merupakan spesies harimau asli
dari pulau sumatra yang termasuk subspesies harimau yang masih bertahan
hidup hingga saat ini. Ciri dari harimau ini adalah ukuran tubuhnya
terkecil dibandingkan jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di
antara semua spesiesnya.
Harimau jantan memiliki panjang tubuh
sekitar 92 inci dari kepala sampai ekor dan berat sekitar 140 kg dengan
tinggi 60 cm. Sedangkan pada harimau betina memiliki panjang sekitar 78
inci dan berat sekitar 91 kg.Populasi liar harimau sumatera saat ini
hanya tersisa 400-500 ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis
yang terancam punah (critically endangered). Penghancuran habitat
merupakan ancaman terbesar terhadap populasi ini. Tercatat sekitar 66
ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 – 2000. Selain karena
pembunuhuan liar harimau sumatra kerap juga di perdagangkan oleh orang
orang tidak betanggung jawab. Perdagangan bagian tubuh harimau di
Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Dari survei Profauna
Indonesia yang didukung oleh International Fund fo Animal Welfare (IFAW)
pada bulan juli-oktober 2008, selama 4 bulan tim profauna mengunjuni 21
kota/lokasi yang ada di sumatra dan jakarta. Dari 21 kota yang
dikunjungi, 10 kota diantaranya ditemukan adanya perdagangan bagian
tubuh harimau sekitar 48%.
Perdagangan bagian tubuh harimau di
Indonesia adalah perbuatan kriminal, karena melanggar Undang-Undang
nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan
Ekosistemnya. Berdasarkan pasal 21 dalam undang-undang nomor 5 tahun
1990 poin (d) bahwa “setiap orang dilarang untuk memperniagakan,
menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang
dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa
tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat
lain di dalam atau di luar Indonesia”. Pelanggar dari ketentuan tersebut
dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal 5 tahun
dan denda maksimum 100 juta.
4. Badak Jawa
Badak jawa atau sering disebut badak
bercula satu dalam bahasa latin disebut Rhinoceros sondaicus adalah
anggota famili Rhinocerotidae yang merupakan satu dari lima spesies yang
masih ada sampai saat ini. Badak ini memiliki genus yang sama dengan
badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja.
Badak jawa memiliki panjang sekitar 3 – 3,2 m dan tinggi sekitat 1,4 –
1,7m.
Meskipun disebut dengan badak jawa,
namun binatang ini tidak terbatas dan hanya ditemukan di pulau jawa
saja. Badak ini pernah menjadi slah satu badak di Asia yang paling
banyak menyebar.Populasi badak saat ini sangat kritis, kemungkinan bdaka
jawa termasuk mamalia terlangka yang ada dibumi. Sekitar 40-50 ekor
badak hidup di taman nasional ujung kulon. Dan tidak lebih dari delapan
ekor badak jawa hidup dialam bebas ditaman nasional Cat Tien, Vietnam.
Pemburuan liar dan hilangnya habitat yana aman menjadi faktor
berkurangnya populasi badak jenis ini.
Badak jawa dapat hidup selama 30-50
tahun di alam bebas. Badak ini hidup didaratan rendah, padang rumput
basah dan daerah daratan banjir. Badak jawa lebih kecil daripada
sepupunya, badak india, dan memiliki besar tubuh yang dekat dengan badak
hitam. Panjang tubuh badak Jawa (termasuk kepalanya) dapat lebih dari
3,1–3,2 m dan mencapai tinggi 1,4–1,7 m. Badak dewasa dilaporkan
memiliki berat antara 900 dan 2.300 kilogram.
5. Badak Sumatera
Badak sumatera atau badak Asia bercula
dua (Dicerorhinus sumatrensis), yang merupakan spesies langka dari
famili Rhinocerotidae dan termasuk salah satu dari lima spesies badak
yang masih ada. Badak sumatera merupakan satu-satunya spesies yang
terlestarikan dari genus Dicerorhinus. Badak ini adalah badak terkecil,
meskipun masih tergolong hewan mamalia yang besar.
Sama dengan Badak Jawa, Populasi jenis
badak ini juga terancam punah, saat ini diperkirakan hanya tinggal enam
populasi badak ini yang ada di alam liar, empat berada di Sumatera, satu
beada di Kalimanatan dan satu di semenanjung Malaysia. Jumlah badak
sumatera sulit ditentukan, karena badak ini adlah hewan penyendiri yang
tersebar luas. Pada tahun 2015, diperkirakan jumlah mereka hanyya
tersisa 80 ekor, dan para peneliti mengummkan bahwa badak sumatera timur
di bagian utara Kalimantan telah punah.
6. Gajah Sumatera
Gajah sumatra merupakan mamalia terbesar
di Indonesia, dengan berat mencapai 6 ton dengan tumbuh setinggi 3,5
meter pada bahu. Gajah sumatera adalah subspesies dari gajah asia yang
hanya berhabitat dipulau sumatera. Gajah jenis ini berpostur tubuh lebih
kecil dibandingkan gajah india. Sebanyak 65% populasinya lenyap akibat
ulah manusia dan 30% akibat dibunuh atau diracuni oleh manusia dari
2000-2700 ekor. Populasinya semakin menurun dan terancam punah.
Gajah sumatera meyukai habitat hutan
dengan daratan rendah. Di masa lalu, ketika habitatnya belum rusak,
gajah mengadakan migrasi luas. Pergerakan ini pada umumnya mengikuti
aliran sungai. Gajah berpindah dari daerah gunung ke dataran rendah
pantai selama musim kering dan naik ke bukit satu kali ketika hujan
datang (Van Heurn, 1929; Pieters, 1938 dalam Satiapillai. 2007).
Gajah sumatera memiliki 5 kuku pada kaki
depan dan 4 kuku pada kaki belakang. Gajah sumatera dewasa dalam sehari
membutuhkan makanan sampai 150 kilogram dan air 180 liter/hari.Namun
dari jumlah itu, hanya sekitar 40% saja makanan yang diserpa oleh
pencernaannya. Dan sisa nya digunakan untuk melakukan perjalanan hingga
20 km perharinya. Dengan kondisi hutan yang semakin berkurang akibat
pembalakan liar dan kebakaran hutan, tidak heran jika nafsu makan dan
daya jelajah bintang berbelalai ini sering terjadi konflik dengan
manusia.
7. Anoa
Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi,
sekaligus emnjadi maskot provinsi Sulawesi Tenggara. Terdapat dua jenis
anoa yaiu anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa darata renadah
(bubalus depressiconis). Kedu anya tinggal dihutan yang tidak di jamah
oleh manusia. Cara membedakan dua jenis anoa ini yaitu bedasarkan bentuk
tanduk dan ukuran tubuh. Anoa daratatn rendah relatif berukuran lebih
kecil, ekor pendek, lembut dan memiliki tanduk emlingkar. Sedangkan anoa
pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar, ekor panjang, kaki
putih dan memiliki tanduk besar. Anoan mirip dengan kerbau, memiliki
berat tubuh sekitar 150-300 kilogram dan tinggi 75 cm.
Sejak tahun 1960-an anoa termasuk fauna
yang berada alam status terancam punah. Lima tahun terakhir populasi
anoa menurun secara drastis. Saat ini diperkirakan hanya tertinggal 5000
ekor anoa yang masih bertahan hidup. Pemburuan menjadi alasan punahnya
populasi jenis fauna endemik sulawesi ini.
8. Kanguru Papua
Kanguru papua merupakan jenis kanguru
terkecil yang ada didunia. Beratnya hanya sekitar 3-6 kg,panjang sekitar
90 cm. Fauna jenis ini merupakan salah satu jenis fauna yang dilindungi
dari kepunahan yang berasal dari Papua. Kanguru papua hanya terdapat di
papua berada dikawasan daratan rendah, dihutan wilayah selatan papua
dan papua nugini.
Kanguru papua terdiri atas dua genus
yaitu kanguru pohon (dendrolagus) dan knguru tanah (thylogale). Kanguru
pohon biasa menghabiskan sebagian hidupnya di pohon. Namun kanguru pohon
juga sering turun ke tanah, mislanya untuk mencari minum . Kanguru
pohon mempunyai moncong yang lebih runcing dibanding dengan kanguru
darat. Denagn ekor panjang dan bulat dari pangkal hingga ekor. Sedangkan
pada kanguru darat memiliki ukuran kaki yang lebih pendek di bagian
depan. Memiliki moncong agak tumpul dan tidak berbulu, dengan ekor
meruncing ke ujungnya.
9. Burung Cenderawasih
Burung cenderawasih merupakan anggota
famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Burung cenderawasih banyak
ditemukan di bagian Indonesia timur, pulau-pulau selat tores, Papua
nugini dan Australia timur.Burung jenis ini terkenal karena mempunyai
bulu yang indah dan beraneka warna. Burung Cenderawasih yang paling
terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya,
Cenderawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Burung Cenderawasin sering
dianggap sebagai burung surga. Cukup beralasan jika burung cenderawasih
dikatakan sebagai burung surga, Burung yang menjadi maskot Papua ini
memang memiliki keindahanan dengan warna bulu yang dimilikinya. Warna
bulu cenderawasih yang mencolok biasanya merupakan kombinasi beberapa
warna yang lain seperti hitam, cokelat, oranye, kuning, putih, biru,
merah, hijau, dan ungu. Burung ini semakin molek dengan keberadaan bulu
memanjang dan unik yang tumbuh dari paruh, sayap, atau kepalanya.
Namun, Burung cenderawasih yang memiliki
warna bulu yang indah dan mencolok hanya dimiliki oleh pejantan.
Keindahan yang dimilikinya digunakan untuk menarik perhatian dari burung
betina pada musim kawin. Selain memamerkan keindahan bulu mereka,
cenderawasih jantan bahkan melakukan gerakan-gerakan atraktif serupa
tarian yang dinamis dan indah untuk merebut perhatian betina. Tiap jenis
cenderawasih memiliki jenis tarian dan atraksi yang berbeda satu dengan
yang lainnya. Cenderawasih betina cenderung berukuran lebih kecil
dengan warna bulu yang tidak seindah dan sesemarak warna cenderawasih
jantan. Kabarnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah spesies
cenderawasih tebanyak. Ada sekitar 33 jenis cenderawasih di
Indonesia.Dengan 28 jenisnya ditemukan di Papua.
Karena keindahan yang dimilikinya,
membuat keberadaan burung ini kian lama makin terancam. Pemburuan dan
penangkapan liar karena perdagangan serta kerusakan habitat hidupnya
meemnajdi beberapa penyebab utama makin langkanya burung ini.
10. Jalak bali
Jalak bali adalah spesies burung
pengicau dengan ukuran sedang, panjang sekitar 25 cm. Ciri khas dari
burung ini adlah bulu yang putih diseluruh tubuhnya kecuali sedikit
garis hitam pada ekornya dan pada bagian pipi berwarna kebiruan.
Jalak bali merupakan hewan endemik pulau bali dan hanyan ditemukan dibagian barat pulau Bali, pada tahun 1991 jalak bali dinobatkan sebagai lambang fauna di provinsi Bali.
Jalak bali merupakan hewan endemik pulau bali dan hanyan ditemukan dibagian barat pulau Bali, pada tahun 1991 jalak bali dinobatkan sebagai lambang fauna di provinsi Bali.
Jalak bali merupakan slaah satu burung
yang paling diminati oleh kolektor sebagai burung peliharaan karena
penampilannya yang cantik. Penangkapan liar dan hiangnya habitatnya
menjadi penyebab semakin langkanya jalak bali untuk ditemui. Untuk
mencegah kepunahannya jlak bali, sebgaian besar kebun binatang diseluruh
dunia menjalankan program penangkaran jarak bali.
Jenis Jenis Flora di Indonesia
1. Melati
Melati termasuk dalam genus dari semak
dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Melati merupakan
tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang dapat hidup
menahun. Merupakan spesies melati yang beasal dari asia selatan.
Penyebarannya dimulai dari hindustan ke Indocina lalu kepulauan Melayu.
Bunga ini salah satu bunga nasiona Indonesia (puspa bangsa) selain Padma
raksasa (Raflesia Arnoldii) dan anggrek bulan. Bunga melati pula
menjadi bunga anasional Filipina.
Terdiri dari 200 spesies tumbuhan asli
daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia. australasia dan Oseania.
Tetapi hanya ada sekita 8 sampai 9 spesies saja yang dibudidayakan,
sedangkan lainnya tumbuh liar dihutan karena belum ditemukan potensi
ekonomi dan soaialnya.
Di Indonesa bunga melati melambangkan
kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari
banyak suku di Indonesia. Bunga melati menjadi keharusan hiasan rambut
pengantin dlam upara perkawianan beberapa adat di Indonesia. Sebutan
untuk tanaman ini berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, antara
lain: Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (BAnda), Melur
(Gayo dan Batak karo), Menduru (Manado), Mundu (Bima dan Sumbawa),
Manyora (Timor), Melati salam (UMI), Malete (Madura) dan Beruq-beruq
(Mandar).
2. Anggrek
Bunga anggrek mempunyai nama latin
Orchidaceae, yang merupakan salah satu jenis bunga dengan spesies
terbanyak di Indonesia. Habitat bunga anggrek banyak tersebar didaerah
tropika, namun terdapat juga didaerah sirkumpolar sampai kewilayah
tropika basah.
Anggrek merupakan salah satu tumbuhan
yang hidup menempel atau menumpang pada pohon lain, namun anggrek bukan
bunga parasit. Mereka mampu hidup mandiri meskipun menumpang pada pohon
lain. Oleh karena itu bunga anggrek banyak dijumpai di dalam hutan
dengan menempel pada pohon-pohon besar maupun dilereng-lereng
pegunungan.
3. Bunga Bangkai
Bunga bangkai atau suweg (dalam bahasa
lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin Amorphophallus titanum
Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis tals-talasan endemik dari sumatra,
yang dikenal dengan bunga majemuk terbesar. Dinamakan bunga bangkai
karena bunag ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut
sebenarkan digunakan untuk menarik serangga kumbang atau lalat untuk
menyerbuki bunganya.
Tumbuhan ini memiliki dua fase
kehidupannya yang muncul secara bergantian, yaitu fase vegetatif dan
fase generatif. pada fase vegetatif muncul daun dan batang semu, Selang
beberapa waktu (tahun) organ vegetatifnya akan layu dan umbinya dorman.
Dan apabila cadangan makanan diumbi mencukupi dan lingkungannya
mendukung maka bung amajemuknya akan muncul. Namun bila cadangan
makanannya kurang maka akan muncul kembali daun.
4. Rafflesia Arnoldii
Padma raksasa dalam bahasa latin
rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang terkenal karena ukuran bunga
yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh
dijaringan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tumbuhan ini tidak
mampu berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818
dihutan tropis Bengkulu (sumatera) didekat sungai Manna,Lubuk tapi,
kabupaten Bengkulu Selatan oleh seorang pemandui dari Indonesia yang
bekerja untuk Dr. Joseph Arnold dan dinamai berdasarkan nama Thomas
Stamford Rafdles, pemimpin expedisi itu.
Bunga ini terdiri dari 27 spesies dan
dari semua spesiesnya ditemukan di Asia tenggara. Tumbuha ini tidak
emmiliki batang, daun atau akar yang sesungguhnya. Rafflesia merupakan
tumbuhan endoparasit pada tumbuhan merambat pada genus Tetratigma,
menyebar haustoriumnya yang mirip akar didalam jaringan tumbuah merambat
itu.
Karena tanaman Rafflesia Arnoldii
merupakan jenis tanaman yang langka maka Oleh pemerintah Provinsi
bengkulu bunga Rafflesia ditetapkan sebagai lambang provinsi.Dan
emnetapkannya sebagai tanaman yang dilindungi dan harus dilestarikan.
5. Kantong Semar
Kantong semar merupakan tanaman yang
unik karena memangsa berbagai serangga didekatnya yang dalam bahasa
latinnya Nepenthes yang termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari
130 spesies. Habitat dengan spesies terbanyak beradah di puau Borneo dan
Sumatera.
Ada umumnya Nepenthes memiliki tiga
macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah dan kantong
roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, kantong atas
sering digunakan untuk menagkap hewan yang trbang seperti lalat atau
nyamuk. Kantong bawah merupakan kantong yang dihasilakn pada bagian
tanaman muda yang biasa tergeletak diatas tanah, dan memiliki dua sayap
yang digunakn untuk membantu bagi serangga tanah atau semut untuk
memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur kedalam cairan enzim di
dalamnya. sedangkan kantong roset tumbuh pada daun yang berbentuk roset.
Namun terkadang beberapa jenisnya mengeluarkan kantong tengah yang
berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.
Tanaman ini memiliki penyebaran yang
sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah
nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis
dataran rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi.
6. Cendana
Cendana atau cendana wangi merupakan
pohon penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan
sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aromaterapi, campuran parfum, dan
wewangian lainnya. Di Indonesia kayu ini banyak ditemukan di Nusa
Tenggara Timur, meskipun sekarang dapat juga di temukan di berbagai
wilayah Indonesia lainnya, seperti di Pulau Jawa, Sumatera dan Daerah
lainnya.
Cendana merupakan tumbuhan parasit pada
awal kehidupannya, kecambahnya memerlukan inang untuk mendukung
pertumbuhannya, karena akarnya sendiri tidak sanggup mendukung
kehidupannya.
7. Damar
Pohon damar mempunyai nama latin Agathis
dammara merupakan sejenis pohon anggota tumbuhan runjung dan merupakan
tumbuhan asli Indonesia. Damar menyebar di Maluku, Sulawesi, Sumatera
hingga ke Filipina. Di Jawa tumbuhan ini dibudidayakan untuk diambil
getahnya. Getah ini dimanfaatkan untuk diolah menjadi kopal.
Pohon damar merupakan pohon yang besar
dengan tinggi hingga 65m, dengan batang silindris diameter sekitar 1,5m.
damar dapat tumbuh secara alami di hutan hujan daratan rendah samapi
ketinggian 1.200 mdpl. Namun untuk pembudidayaan tumbuhan ini ditanam di
pegunungan.
8. Edelweiss Jawa
Edelweiss Jawa atau bunga Senduro
(Anaphalis javanica) merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di
berbagai pegunungan tinggi nusantara. Edelweiss merupakan tumbuhan
pelopor bagi tanha vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu
memperthankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Bunga
edelweiss biasanya muncul diantara bulan April dan Agustus yang sangat
disukai serangga.
Edelweiss saat ini merupakan salah satu
jenis bunga yang sudah sangat langka keberadaannya, karena bagian-bagian
edelweiss sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk
alasan-alasan estetis maupun spriritual atau sekedar oleh-oleh dan
kenang-kenangan. Pada bulan februari hingga Oktober 1988 terdapat 636
batang yang tertcatat telah diambil dari Taman NAsional Gunung Gede
Pangrano, yang merupakan salah satu tempat perlindunga terakhir tumbuhan
ini.
Salah satu tempat terbaik untuk melihat
dan menikmati edeweiss adalah di Tegal Alun (Gunung Papandayan),
Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung
Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).
9. Daun Payung
Daun payung atau banyak yang mengatakan
daun raksasa, daun sang atau salo dengan bahasa latin
(Johannesteijsmannia altifrons) merupakan tumbuhan sejenis palem-paleman
yang mempunyai daun besar dan lebar. Daun payung adalah salah satu
tanaman di Indonesia tepatnya di Sumatera Utara. Tanaman ini dapat
ditemukan dekat Taman Nasional Gunung Leuser.
Daun payung adalah jenis tanaman yang
tumbh tunggal. Mempunyai ukuran daun panjang sekitar 3-6meter denagn
lebar 1m. Tanaman ini tidak tahan terhadap paparan sinar matahari
langsung, oleh karena itu tanaman ini sering ditemukan tumbuh diantara
pepohonan lebat. Keberadaan tanaman raksasa ini semakin berkurang karena
banyaknya kebakaran hutan sehingga pohon tempatnya berlindung juga
berkurang
10. Ulin
Ulin adalah sejenis pohon besar yang
sering disebut dengan pohon besi atau bulian yang merupakan tumbuhan
khas dari Kalimantan. Pohon ini mampu menghasilkan kayu yang sangat kuat
sehingga banyak digunakan untuk konstruksi bangunan, jembatan, rumah,
tinag listrik dan perkapalan. Ulin merupakan jenis kayu hutan tropika
basah yang tumbuh secara alami di wilayah sumatera bagian selatan dan
Kalimanta.
Ulin termasuk jenis pohon besar yang
tingginya dapat mencapai 50m dengan diameter smapai 120cm. Tumbuhan ini
tumbuh di dataran rendah samapi ketinggian 400mdpl. Namun, karena pohon
ini cukup sulit untuk diperkembang biakkan sehingga populasinya menurun.
Demikian Penjelasan seputar Fauna dan Flora Terlangka di Indonesia yang bisa disampaikan, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan menambah wawasan anda